Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Thursday, January 30, 2020

Proses Terjadinya Hujan Dengan Animasi

3 comments
Hujan adalah sebuah fenomena alam yang Allah SWT ciptakan untuk memberikan sumber kehidupan bagi makhluk yang hidup di daratan. meskipun hujan dapat turun di daerah lautan, sebagian besar hujan terjadi pada daerah di daratan yang dengan adanya fenomena ini, daratan akan tersuplai air tawar di mana air tersebut akan memberikan sumber kehidupan untuk semua makhluk yang ada di daratan seperti halnya tumbuhan, binatang bahkan manusia.


Tahukah kamu jika hujan bukanlah fenomena ghaib yang di mana air turun begitu saja dari langit, namun hujan terjadi disebabkan adanya sebuah proses alamiah yang mengakibatkan air tersebut dapat turun dari langit. Nah bagi kalian yang ingin mengetahui bagaimana proses terjadinya hujan, kalian dapat menyimak penjelasan secara singkat, padat dan jelas tentang bagaimana proses terjadinya hujan yang terjadi di seluruh bumi ini. Berikut penjelasannya.

Proses Terjadinya Hujan Secara Umum

secara umum proses terjadinya hujan dimulai dari adanya panas matahari yang mengakibatkan air di permukaan bumi menjadi menguap dan naik ke atmosfer -> uap-uap hasil dari penguapan tersebut kemudian menjadi segumpalan awan-awan kecil -> selanjutnya segumpalan awan yang terbentuk dibawa oleh angin yang mengakibatkan awan-awan terkumpul dan menjadi besar -> awan yang semakin besar mengakibatkan kandungan air pada awan akan semakin bertambah sehingga ketika awan sudah tidak bisa menampung kandungan air di dalamnya maka air tersebut jatuh ke permukaan bumi dan terjadilah hujan.



Untuk memberikan kalian pengetahuan lebih mendalam terjadinya hujan, berikut penjelasan lebih rinci tentang proses terjadinya hujan


Penguapan Air Oleh Panas Matahari

Matahari merupakan sumber panas yang senantiasa menyinari permukaan bumi. Karena panas yang diakibatkan oleh pancaran cahaya sinar matahari ini, air yang ada di permukaan bumi akan terjadi proses penguapan yang disebut dengan Evaporasi. Tak hanya air di lautan yang mengalami evaporasi, seluruh benda yang mengandung air akan mengalami evaporasi seperti halnya air danau,air sungai makhluk hidup dll.


Uap Air Menjadi Padat dan Terbentuklah Awan

Evaporasi akan menghasilkan uap air dimana uap air tersebut akan terangkat ke atmosfer. Di atmosfer uap air akan terjadi kondensasi (pemadatan) dikarenakan suhu udara yang semakin ke atas semakin dingin sehingga uap air akan mengalami pengembuanan. Embun yang terdiri dari sekumpulan titik air kecil ini akan bertambah banyak seiring dengan semakin turunnya suhu udara sehingga terbentuklah awan.


Pembentukan Awan Yang Lebih Besar

Di atmosfer bumi biasanya akan terjadi pergerakan angin. Angin ini bergerak dari udara yang lebih hangat menuju ke udara yang lebih dingin. Dengan adanya pergerakan angin ini, segumpal awan kecil yang terbentuk sebelumnya akan terkumpul menjadi segumpalan awan yang lebih besar sesuai dengan arah angin yang berhembus. Semakin banyak awan yang terkumpul maka awan akan memiliki warna yang lebih gelap. Hal itulah mengapa ketika akan terjadi hujan hampir selalu diiringi dengan datangnya awan yang lebih gelap.


Terbentuklah Hujan

Ketika awan yang terbentuk semakin besar dan semakin kelabu akan mengakibatkan kandungan air pada awan akan semakin berat. Ketika kandungan air tersebut tidak terbendung lagi maka air tersebut akan jatuh ke permukaan bumi dan terjadilah hujan.


Air yang turun dari langit tersebut akan dimanfaatkan oleh makhluk hidup yang ada di daratan dan sebagiannya akan terserap ke dalam tanah atau menjadi air sungai yang di mana air tersebut akan kembali mengalir ke lautan. Hal itulah mengapa air di laut tidak habis-habis meski sering terjadi hujan di permukaan bumi.


Istilah Dalam Proses Terjadinya air hujan


Evaporasi
Evaporasi merupakan proses perbuahan fase dari cair menjadi gas.

Kondensasi
Kondensasi merupakan proses perubahan fase dari gas menjadi titik air (embun)

Transpirasi
Transpirasi adalah proses penguapan yang terjadi pada tumbuhan

Infiltrasi
Infiltrasi merupakan proses penyerapan air hujan ke dalam tanah.

Limpasan
Limpasan merupakan air hujan yang mengalir kembali ke lautan melalui permukaan tanah seperti pada sungai.

Nah itu lah semua penjelasan tentang bagaimana proses terjadinya air hujan yang bisa saya jelaskan. Semoga artikel di atas dapat dengan mudah di pahami dan bermanfaat bagi kita semua.

Read More

Monday, July 2, 2018

[Lengkap] Struktur Lapisan Atmosfer Bumi Dengan Penjelasan Detail

Leave a Comment
Bumi yang kita tempat ini merupakan satu-satunya planet yang di alam semesta yang dapat mendukung ke berlangsungan kehidupan makhluk hidup. Dengan berbagai kondisi yang sangat pas seperti halnya diameter, jarak dengan matahari, jumlah satelit dll membuat bumi memiliki iklim yang sangat cocok untuk berlangsungnya kehidupan. Meskipun banyak para pakar astronom yang sedang mencari kemungkinan adanya planet yang layak untuk dapat di tempati oleh makhluk hidup, namun hal itu mungkin tidak akan terjadi.

Salah satu faktor mengapa bumi dapat ditempati oleh makhluk hidup ialah kondisi atmosfer bumi yang memungkinkan. Atmosfer bumi memiliki beberapa lapis yang di mana tiap lapis memiliki fungsi masing masing sehingga akan membuat kondisi lingkungan yang sangat kondusif untuk berlangsungnya kehidupan yang di mana hal ini tidak dimiliki oleh planet manapun yang ada di alam semesta.


Tahukan kalian apa itu atmosfer ?? atmosfer merupakan lapisan gas yang melingkupi sebuah planet termasuk bumi yang dihitung dari permukaan planet hingga jauh di luar angkasa tergantung kondisi tiap planet. Salah satu atmosfer bumi yang bisa kita rasakan adalah udara yang kita hirup ini.

Nah dengan hebatnya sang pencipta ALLAH SWT membuat atmosfer bumi ini sehingga dapat kita nikmati, tentu kalian penasaran bagaimana struktur atmosfer bumi lebih dalam lagi. Untuk menjawab rasa penasaran kalian, berikut penjelasan secara detail struktur atmosfer bumi yang bisa kalian simak di bawah ini.


Kandungan Gas Pada Atmosfer Bumi

Secara umum atmosfer bumi mengandung gas 78% nitrogern (N2) dimana gas nitrogen ini merupakan gas inert, artinya gas tersebut tidak akan bereaksi dengan unsur lain untuk membentuk senyawa kimia baru. Kemudian 21% gas Oksigen (O2) dimana gas ini digunakan untuk makhluk hidup untuk proses respirasi (bernafas) selain itu oksigen juga berguna untuk melakukan proses oksidasi seperti pembentukan api. Selanjutnya dibawah 1% gas atmosfer mengandung unsur argon (Ar) yang merupakan gas inert. Jika di total, maka seluruh kandungan udara dari keterangan diatas adalah sebesar 99,96 %. itu berarti 0.04 % kandungan gas dari atmosfer bumi yang masih tersisa. 0,04 % tersebut merupakan gas karbondioksida (CO2) yang dapat mempengaruhi perubahan iklim bumi dan digunakan tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Uap air (H2O) untuk kelembapan udara dan Ozone (O3) yang berguna untuk memfilter cahaya ultrviolet matahari (UV) agar tidak berbahaya bagi kehidupan di permukaan bumi.

Kandungan gas :

  • 78 % Nitrogern (N2)
  • 21 % Oksigen (O2)
  • <1 % Argon (Ar)
  • 0,04 % karbondioksida (CO2), Uap air (H2O), Ozone (O3)


Struktur Lapisan Atmosfer Bumi

Secara umum lapisan atmosfer bumi yang kita tempati ini terdiri dari 4 lapisan yaitu Toposfer, Stratosfer, Mesosfer dan Termosfer . Setiap lapis tersebut memiliki fungsi dan kegunaan masing-masimg. Berikut penjelasan dari 4 lapisan atmosfer tersebut.

1. Troposfer

Troposfer merupakan lapisan pertama pada atmosfer bumi yang terletak langsung di atas permukaan bumi. Lapisan ini berjarak 0 – 12 km dari permukaan bumi. Perlu kalian ketahui bahwa 75 % berat udara di seluruh atmosfer bumi berada di lapisan ini dan lapisan ini berisi udara yang kita hirup, angin yang kita rasakan dan tempat awan terbentuk. Segala sesuatu yang berhubungan dengan cuaca terjadi pada lapisan ini seperti halnya hujan, badai dll. Pada lapisan ini terjadi perbedaan suhu antara ketinggian terbawah hingga ketinggian yang paling atas. Semakin ke atas maka suhu akan semakin dingin dengan perubahan suhu turun berkisar 6,5 0C setiap 1 kilometer ketinggian. Hal ini dikarenakan semakin ke atas tekanan udara semakin rendah dan kandungan gas semakin berkurang.

Terletak diatas Troposfer terdapat pembatas yang disebut dengan Tropopouse di mana lapisan ini akan membatasi antara lapisan Troposfer dan stratosfer. Lapisan ini memiliki ketebalan sebesar 1,5 km yang dihitung dari jarak Troposfer dan stratosfer.


Troposfer :

  • Jarak : 0 - 12 Km
  • Mengandung 75% berat gas atmosfer bumi
  • Terjadi penurunan suhu sebesar 6,5 0C tiap 1 Km ketinggian.

2. Stratosfer

Stratosfer merupakan lapisan kedua diatas troposfer dan memiliki jarak yaitu 12-50 km. Perllu kalian ketahui bahwa pada lapisan ini terdapat lapisan ozone yang berfungsi untuk menyerap cahaya matahari yang berbahaya yaitu Ultraviolet (UV) agar tidak berbahaya bagi makhluk hidup di permukaan bumi. Pada lapisan ini suhu terhitung konstan yaitu sebesar -60 0C namun ketika pada Km 20 ke atas terjadi kenaikan suhu dikarenakan adanya penyerapan sinar ultraviolet sehingga pada Km 50 suhu menjadi 0 0C.


Stratosfer :

  • Jarak 12 – 50 Km
  • Sebagai penyerap sinar Ultraviolet Matahari

3. Mesosfer

Mesosfer merupakan lapisan ketiga yang terletak diatas Stratosfer dan memiliki jarak yaitu 50 -80 Km. Pada lapisan ini terjadi penurunan suhu yang disertai dengan bertambahnya ketinggian. Pada bagian teratas lapisan ini yaitu pada Km 80, memilik suhu hingga -80 0C. Dan juga tekanan udara pada lapisan ini juga sangat rendah dimana tekanan udara pada lapisan terbawah ( Km 50 ) sebesar 1 mili bar dan pada lapisan teratas (Km 80 ) sebesar 0,01 mili bar. Lapisan ini juga memiliki fungsi untuk mengkikis benda langit yang akan jatuh ke permukaan bumi. Sehingga benda tersebut tidak membahayakan ekosistem di bumi.


Mesosfer :

  • Suhu terendah sebesar -80 0C
  • Tekanan udara pada lapisan terbawah sebesar 1 mb dan pada lapisan teratas sebesar 0,01 mb

4. Termosfer

Termosfer merupakan lapisan keempat diatas mesosfer dan memiliki jarak 80 km hingga ke atas. Udara pada lapisan ini sangatlah tipis dan persis dengan namanya, termosfer merupakan lapisan atmosfer bumi yang sangat panas. Hal ini dikarenakan radiasi ultraviolet yang berubah menjadi panas. Lapisan ini memiliki suhu mencapai 2000 0C hingga lebih. Termosfer mengandung berbarapa lapisan lagi diantaranya

  • Ionosfer – merupakan lapisan terbawah pada termosfer dan memiliki jarak 80 – 550 km. Gas pada lapisan ini menyerap ultraviolet dan radiasi X-ray dari matahari. Partikel gas pada lapisan ini akan berubah menjadi bermuatan listrik (ion) sehingga akan memantulkan gelombang radio kembali ke bumi. Secara umum lapisan ini sangat membantu dalam radio komunikasi.

  • Eksosfer – merupakan lapisan teratas pada termosfer dan memiliki jarak 550 km hingga ribuan kilometer. Udara pada lapisan ini sangatlah tipis dan merupakan tempat satelit mengorbit.


Termosfer :

  • lapisan yang sangat panas dengan suhu mencapai 2000 0C hingga lebih.
  • Membantu dalam radio komunikasi dan tempat satelit mengorbit

Nah itu lah semua penjelasan dan informasi tentang struktur lapisan atmosfer bumi yang kita tempati ini. Semoga dengan artikel di atas dapat bermanfaat dan membantu kalian semua.

Read More

[Lengkap] Struktur Lapisan Bumi Dengan Penjelasan Lengkap

Leave a Comment
Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat di tempati oleh makhluk hidup. Dengan berbagai kondisi alam yang memungkinkan, menjadikan planet ini sangat pas untuk berlangsungnya kehidupan yang tidak bisa kita temukan di planet manapun di seluruh jagat raya. Meskipun para peneliti astronomi sedang mencari kemungkinan adanya planet yang dapat ditempati oleh makhluk hidup di luar angkasa sana, bumi merupakan planet yang paling pas untuk tempat berlangsungnya kehidupan.


Pernahkah kalian terbesit bagaimana bagaimana struktur dari bumi yang kita tempati saat ini? Jika kalian perhatikan tentang bencana yang sering kita jumpai seperti gempa, meletusnya gunung berapi dan tsunami hal tersebut menandakan bahwa bumi tidak hanya terdiri dari tanah saja yang biasa kita pijaki dan di injak. Namun bumi memiliki beberapa lapisan dan struktur tertentu yang membuatnya layak untuk tempat berlangsungnya kehidupan.

Dalam penjelasan struktur bumi di bawah ini, akan terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan daerah lapisan bumi yaitu struktur lapisan tanah (bagian dalam ) pada bumi dan struktur lapisan udara pada bumi. Nah bagi kalian yang penasaran dengan seperti apa struktur bumi, berikut penjelasannya yang bisa kalian simak.

Struktur Bumi Bagian Dalam


Secara umum struktur bumi bagian dalam terdiri dari 3 lapisan utama yaitu kerak bumi, Selimut atau selubung mantel dan Inti bumi. Jika dianalogikan, 3 struktur bumi tersebut bisa kita contoh kan ketika kalian membelah buah plum atau buah persik. Mungkin buah tersebut kurang asing terdengar untuk orang indonesia namun jika kalian belah kedua buah tersebut, kalian dapat melihat isi potongan yang hampir mirip dengan 3 struktur bumi tersebut. Untuk lebih jelasnya kalian dapat melihat gambar di bawah.

Gambar Struktur Bagian Dalam Bumi

1. Kerak Bumi
Kerak bumi merupakan lapisan terluar atau lapisan paling atas pada bumi. Terdapat 2 jenis dari lapisan kerak bumi yaitu lapisan kerak samudra dan lapisan kerak benua. Lapisan kerak samudra memiliki ketebalan yang lebih tipis dari kerak benua yaitu sebesar 5-7 km dan lapisan ini tersusun atas batuan yang mayoritas adalah batuan Basalt. Sedangkan lapisan kerak benua merupakan lapisan yang lebih tebal dibanding dengan kerak samudra yaitu sebesar 30 – 50 km dan lapisan ini tersusun atas batuan yang mayoritas adalah batuan granit. Karena granit memiliki masa jenis yang lebih rendah, membuat kerak benua dapat melayang dan lebih menonjol dari pada kerak samudra.

Gambar Lapisan Kerak Bumi

Kerak Bumi :
  • Terbagi menjadi 2
  • Kerak samudra : ketebalan 5-7 km ( tersusun sebagian besar batuan basalt)
  • Kerak benua : ketebalan 30 – 50 km ( tersusun sebagian besar batuan granit)


2. Selimut atau Selubung Mantel
Selubung mantel merupakan lapisan bumi yang berada tepat di bawah kerak bumi. Memiliki kedalaman hingga 3000 km dan sebagian besar tersusun atas batuan alvin. Selubung mantel ini memiliki suhu yang tidak sama, di mana suhu terendah berada pada lapisan paling atas dan akan bertambah seiring bertambahnya kedalaman pada lapisan ini. Lapisan yang memiliki suhu paling tinggi ialah lapisan yang berkontak secara langsung dengan bagian bumi yang menghasilkan panas yaitu inti bumi. Perubahan suhu secara stabil berdasarkan kedalaman lapisan disebut dengan geothermal gradien. Adanya geothermal gradien inilah yang mengakibatkan adanya perbedaan sifat batuan berdasarkan suhu pada tiap lapisan. Di mana perbedaan batuan tersebut membuat lapisan selubung mantel terbagi menjadi 2 zona. Zona batuan yang berada diatas memiliki sifat dingin dan rapuh sedangkan batuan yang berada di zona bawah memilik sifat panas dan lunak ( namun tidak mencair). Batuan di mantel bagian atas cukup rapuh untuk terjadi patahan di bawah tekanan dan menghasilkan gempa bumi.

Gambar Lapisan Mantel Bumi

Selimut Mantel :
  • Ketebalan 3000 Km
  • Struktur : sebagian besar batuan Alvin
  • Suhu bagian dalam mencapai 30000C


4. Inti Bumi
Inti bumi merupakan lapisan paling dalam yang ada di bumi dan tersusun atas campuran besi dan nikel yang paling mendominasi. Komposisi tersebut merupakan asumsi berdasarkan perhitungan masa jenis dan fakta bahwa banyak meteorit merupakan campuran besi dan nikel. Jika kalian ketahui bahwa inti bumi merupakan sumber panas yang berasal dari dalam bumi. Hal ini dikarenakan inti bumi mengandung material radioaktif yang mengeluarkan panas karena terjadinya proses kimia untuk menjadi unsur yang lebih stabil.

Gambar Inti Bumi

Inti bumi terbagi menjadi 2 bagian yaitu zona inti dalam dan zona inti luar. Zona inti luar merupakan cairan dikarenakan suhu yang sangat tinggi dapat melelehkan campuran besi dan nikel. Sedangkan zona inti dalam merupakan padatan meskipun memiliki suhu yang jauh lebih tinggi dibanding dengan zona terluar.

Inti Bumi :
  • Kedalaman pada 2900 – 5200 km
  • Tebal Inti luar : 2200 km dan suhu sebesar 22000C - 50000C (Cairan)
  • Tebal Inti dalam : 1200 km dan suhu sebesar 50000C (Padatan)


Struktur Bumi Bagian udara ( atmosfer)


atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Secara umum lapisan udara ini tersusun atas 78 % Nitrogen, 21 % oksigen 1% kurang adalah argon dan sisanya adalah korbondioksida dan senyawa udara lainnya. Secara umum atmosfer terdiri dari 5 lapisan yaitu Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer dan Lonosfer. Berikut penjelasan dari 5 lapisan tersebut.


1. Lapisan Troposfer
Lapisan troposfer merupakan lapisan yang paling dekat dengan permukaan bumi dan memiliki ketebalan sebesar 11 km. Ketebalan tersebut akan berubah-ubah tergantung dari faktor tempat, musim dan letak lintang. Lapisan mini merupakan lapisan yang kita hirup sehari-hari dan merupakan lapisan yang sangat cocok untuk kehidupan di bumi. Lapisan ini juga tempat terjadinya perubahan iklim dan cuaca seperti hujan, badai, petir dll.

2. Lapisan Stratosfer
Lapisan stratosfer merupakan lapisan kedua setelah toposfer dan berada pada ketinggian 11-48 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini udara mengandung ozon sehingga bisa kita sebut juga dengan Ozonosfer. Lapisan ini memiliki fungsi untuk menyerap dan menyaring radiasi sinar matahari sehingga panas matahari yang menyentuh permukaan bumi tidak terlalu panas.

3. Lapisan Mesosfer
Lapisan Mesosfer merupakan lapisan ketiga dan terletak di atas Stratosfer. Pembatas antara lapisan Stratosfer dan Mesosfer disebut dengan Stratopause. Lapisan mesosfer berada di ketinggian sekitar 48-80 km dari permukaan bumi. Lapisan ini secara umum memiliki fungsi untuk membakar dan mengkikis benda langit yang akan jatuh ke permukaan bumi. Sehingga benda tersebut tidak membahayakan ekosistem di bumi.

4. Lapisan Termosfer
Lapisan Termosfer merupakan lapisan keempat dan terletak diatas Mesosfer. Pembatas antara Mesosfer dan Termosfer disebut dengan Mesopause. Lapisan ini terletak di ketinggian 80-482 km dari permukaan laut dan memiliki temperatur udara hingga 1,232 0C. Pada lapisan ini mengandung partikel ion yang dapat membantu memantulkan gelombang radio.

5. Lapisan Eksosfer
Lapisan eksosfer merupakan lapisan kelima dan terletak di atas Termosfer. Lapisan ini berada di ketinggian 482-1000 km di atas permukaan bumi. Udara pada lapisan ini di dominasi oleh hidrogern yang sangat tipis dan gravitasi pada lapisan ini hampir tidak terasa sehingga butiran gas dapat dengan mudah bergerak ke angkasa. Selain itu, lapisan ini juga merupakan tempat satelit buatan manusia mengorbit.

Nah itulah penjelasan secara sederhana tentang struktur bumi. Semoga dengan penjelasan yang sederhana tersebut, artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kalian semua.
Read More